
Bahkan para Dewa mencemburui kuasamu.
Dan para wanita,
memuja penuh kekaguman padamu
Kau dongakkan dagumu,
kau nyalangkan pancaran sinar matamu
Kau lantangkan suaramu, sembari kau derapkan langkah tumitmu
oh,..Sang Padmasari,
rela kau cucurkan kedalam jiwaku yang kehausan,
setitik madu santapan Para dewa,
yang terwakili pada ulas senyuman mu.

You're able to whitened and blackened the world
Even the gods envy on your power
And the women
admiringly adore you
you looked up your chin
you spreads your eyes
You shouts your voice
while you're marching right step your heels
oh, .. the Padmasari,
are you willing shed into thirsty soul
a drop of honey of god's dishes
that's represented on the piece of your smile.
Puisi diatas merupakan Penggalan dan Penggabungan (terjemahan) dari KIDUNG ASMARADHANA (puisi cinta Dhamarwulan). 'Asmaradana’ ini berdasar sebuah opera Jawa, (yang mengisahkan) tentang Damarwulan, yang salah satu bagiannya, dalam bentuk tembang asmaradana.
Dhamarwulan, seorang pangeran indisguise, yang dalam perjalanannya mampu menyelamatkan kerajaan Majapahit dari kekuatan angkara murka Prabu Minak Jinggo. Kemenangannya tersebut tak terlepas dari peranan : 3 wanita dibelakang perjuangannya. Yakni Dewi Anjasmara, serta dua selir Minak Jinggo Dewi Wahita dan Dewi Puyengan. Dan akhirnya mendapatkan anugrah mendapatkan kedudukan di Majapahit serta bersanding dengan Ratu Kencana Wungu.
Puisi ini terbagi menjadi tiga bagian.
1. KIDUNG PEKHATIK (Syair perawat Kuda)
2. WANUDYA KINUNJARA (Wanita dalam kurungan)
3. RATU AMURWA JAGAT (Wanita penguasa)
Apakah Kidung Asmaradhana yang dimantrakan oleh Dhamarwulan ini yang mampu meluluhkan hati para wanita-wanita tsb?,

Tidak ada komentar:
Posting Komentar